WHAT'S NEW?
Showing posts with label Miscellaneous. Show all posts
Showing posts with label Miscellaneous. Show all posts




What is ZEEPIN ?

ZEEPIN, a decentralized innovation community, is dedicated to promoting highly efficient circulation of innovation assets.



What Is DECENTRALIZED ?

Graphical comparison of a centralised (A) and a decentralised system (B)

A decentralised system in systems theory is a system in which lower level components operate on local information to accomplish global goals. The global pattern of behaviour is an emergent property of dynamical mechanisms that act upon local components, such as indirect communication, rather than the result of a central ordering influence



Why ZEEPIN ?

  • On Zeepin Chain, Authorization Pros are a kind of digital assets with fast, safe, trusted and decentralized transaction features, just like other digital assets. Zeepin Chain's smart contract function will be performed according to related information specified in the Authorization Pros, and the system will automatically distribute profits according to the agreed percentage.
  • Interconnection and copyright transaction environment provided by Zeepin Chain, including Zee Create and ZeeRights, can ensure trust among multiple parties on copyright creativity, need and production at the absence of the third party. In this way, the transaction cost will decrease to adapt to the "lightweight" transaction trend
  • On Zeepin Chain, Authorization Pros are a kind of digital assets with fast, safe, trusted and decentralized transaction features, just like other digital assets. Zeepin Chain's smart contract function will be performed according to related information specified in the Authorization Pros, and the system will automatically distribute profits according to the agreed percentage
  • In Zeepin Chain, each creator who has had their right validated will receive a kind of digital asset called "Copyright Pro", which will get the support from Zeepin Chain in its whole lifecycle including copyright selling, transfer, and co-creator copyright distribution
  • Zeepin Developer is the strong and have many knowledge about blockchain and building this project with seriously

If You have any question regarding this article, please visit : 


At there you can  read white  paper, roadmap, how to invest, etc

Sincerely
F.E



BITUGENE

The first decentralized petroleum blockchain project!



Blockchain is, undoubtedly, a revolutionary idea. Since its journey to limelight in 2009 when the Bitcoin Whitepaper was released, the technology is beginning to cut across various circles of our lives and, consequently, disrupting the traditonal methods of doing business. The Bitugene Project is a blockchain driven application designed with flexibility, scalability and functionality in mind. Bitugene serves to create a platform where crude oil and other petroleum products can be traded securely. It gives potential customers and merchants the means to diversify and, the room for all and sundry to checkmate arbitrary prices. Despite the fact that Oil and Gas is a lucrative and delicate sector, it has not received commensurate exposure as other sectors hence the birth of the Bitugene Project.




For More Information, Please Visit :

https://bitugene.io/




Foto - Copyright (c) 2016 TEMPO.CO


Belum genap seratus hari bekerja, pemerintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump terancam lumpuh atau disebut shut down . Pemicunya adalah anggaran tembok pembatas Amerika Serikat dan Meksiko.

Seperti dilansir The Guardian , Rabu, 26 April 2017, pemerintah Trump akan kehabisan uang pada Jumat pekan ini atau sehari sebelum peringatan 100 hari Trump menjabat sebagai presiden.
Kelumpuhan pemerintah dapat teratasi jika Trump mau mundur dari keinginannya untuk mendirikan tembok seperti yang ia janjikan selama masa kampanye.

Jika Presiden (Trump) mau menyerah, anggaran pemerintah dapat disetujui parlemen pada Jumat, kata Chuck Schumer, pemimpin minoritas di Senat kepada wartawan.
Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan tembok pembatas tersebut sangat besar, yakni mencapai ratusan triliun rupiah.
Semula Trump berkukuh Meksiko-lah yang akan membiayai pembangunan tembok itu. Pernyataan itu tak hanya ditolak Meksiko, tapi menjadi bahan olok-olok.

Agar dapat mewujudkan janji kampanyenya, Trump mau tidak mau harus merogoh anggaran Negeri Paman Sam. Namun ia harus mengantongi 60 suara anggota Kongres untuk meluluskan permintaan anggaran pembangunan itu.

Partai Republik yang berada di belakang kemenangan Trump memang menguasai mayoritas kongres. Namun, usulan dana proyek tembok ini harus disepakati 60 dari 100 anggota Kongres Amerika Serikat.
Padahal, proyek ini ditentang seluruh anggota Kongres dari Partai Demokrat, juga mendapat penolakan dari sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik.
Trump sempat mengancam akan menghentikan biaya jaminan kesehatan nasional atau yang lebih sering disebut Obamacare, jika Kongres menolak permintaannya.

Tembok ini sangat penting untuk menghentikan perdagangan obat terlarang yang meracuni generasi muda. Jika tidak dibangun, kita tidak akan dapat menghentikan kondisi ini, kicau Trump melalui Twitter pada Senin lalu.

Namun NBC News melaporkan, Donald Trump nampaknya bersedia mundur untuk menghindari kelumpuhan pemerintahan. Sejumlah sumber mengatakan, Trump akhirnya mau mengalihkan anggaran pembangunan tembok perbatasan Meksiko dalam anggaran tahun depan.



Sita Planasari Aquadini 


MIAMI -- Joseph Schreiber, pria asal Florida, Amerika Serikat, yang membakar sebuah masjid, di mana pelaku penembakan di kafe gay di Orlando, Omar Mateen beribadah, dijatuhi vonis 30 tahun penjara.
Dalam peristiwa itu, pria berusia 32 tahun ini telah menyebabkan kerugian sebesar lebih dari 100.000 dollar AS, atau kira-kira Rp 1,3 miliar.
Kerusakan itu terjadi di Islamic Center di Fort Pierce, pada 11 September 2016, atau bertepatan dengan peringatan 15 tahun tragedi serangan teroris pada 11 September 2001.
Perbuatan Joseph ini kala itu pun dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Raya Idul Adha.
Tidak ada satu pun korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kobaran api telah menyebabkan jemaah masjid harus mencari tempat ibadah baru, dan bahkan tempat tinggal baru. 



Seperti diberitakan Reuters, Selasa WIB (7/2/2017), Joseph sempat menegaskan kepada polisi bahwa aksinya itu tak berhubungan dengan penembakan yang dilakukan Omar Matten sebelumnya.
Penjelasan itu diuraikan Asisten Jaksa Negara bagian, Steve Gosnell dalam wawancara Senin waktu setempat. 
Pengacara yang membela Joseph hingga berita ini ditayangkan belum bisa dimintai keterangan, setelah sidang yang berlangsung di Pengadilan St. Lucie County.
Masjid yang menjadi sasaran penyerangan Joseph memang berada dekat dengan apartemen Omar Mateen, sebelum dia melakukan serangan.
Omar Mateen melakukan aksi teror yang paling mengerikan dalam sejarah serangan seorang diri, yang pernah terjadi di AS.

Serangan yang terjadi pada Juni lalu itu menawaskan 49 orang dan melukai puluhan orang lainnya.
Meski membantah pembakaran masjid terkait dengan ulah Omar Mateen, namun Joseph mengatakan kepada penyidik, dia meyakini ajaran Islam merupakan ancaman bagi keamanan nasional.


Tempat ibadah Mateen
Sebuah masjid yang pernah digunakan beribadah oleh Omar Marten, pelaku penembakan klub malam di Orlando, Florida, mengalami serangan dengan cara dibakar, Senin (12/9/2016) malam.
Pasukan pemadam kebakaran merespons panggilan warga pada pukul 00.31 waktu setempat atau pukul 12.31 WIB yang melihat kobaran api keluar dari Islamic Center di Fort Pierce, Florida.
"Kami belum bisa memastikan apakah ini serangan berlandas kebencian atau hanya pembakaran biasa. Sejauh ini kami baru memastikan masjid itu sengaja dibakar," kata Mayor David Thompson dari kantor Sheriff St Lucie County.



"Saat ini kami belum mendapatkan bukti bahwa insiden ini dilandasi kebencian. Tentu saja karena ini adalah tempat ibadah dan terjadi pada peringatan 9/11 maka kami akan menyelidiki," tambah Thompson.
"Video keamanan memperlihatkan seseorang mendekati sisi timur laut masjid dengan menggunakan sepeda motor pada sekitar pukul 23.38," demikian pernyataan kepolisian.
"Lalu kilatan cahaya muncul dan orang tersebut meninggalkan lokasi," tambah polisi sambil menyebut pria itu berkulit putih atau keturunan Hispanik.
"Di dalam video itu terlihat pria tersebut membawa kertas dan sebuah botol berisi sejenis cairan," lanjut kepolisian.
 Tak ada korban jatuh dalam insiden tersebut dan kepolisian setempat langsung menggelar investigasi untuk mencari pelaku pembakaran.
 (Kompas.com)


Ilustrasi



Masyarakat Kabupaten Sleman, Yogyakarta, sejak Minggu siang, 5 Februari 2017 hingga menjelang malam mendapatkan teror. Sebanyak tujuh rumah coba dibakar oleh orang yang tak bertanggung jawab dalam waktu yang hampir berurutan.

Tujuh rumah yang coba dibakar itu dua di antaranya di wilayah Kecamatan Godean dan lima lainnya di Kecamatan Gamping.

Kapolres Sleman AKBP Rudy Burkan Satria mengatakan, keseluruhan yang terbakar itu bukan merupakan rumah induk tetapi hanya bagian rumah yang kurang penting.

“Ada gudang tempat penyimpanan kertas dan buku, ada tempat penyimpanan kayu, ada pula kandang ayam,” kata Rudy, Minggu malam, 5 Februari 2017.

Polres Sleman, kata Rudy, masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan kepada sejumlah saksi. Disebutkan, ada yang melihat seseorang dengan sepeda motor yang diduga melakukan aksi pembakaran itu. Namun demikian keterangan tersebut masih terus didalami.

Polisi juga belum menemukan adanya kaitan satu korban dengan korban lainnya. Polisi juga belum menemukan benda-benda yang diperkirakan menjadi pemicu kebakaran.

Menurut Rudy, polisi sedang memeriksa CCTV milik warga yang diperkirakan merekam orang-orang yang dicurigai.

Kapolres tidak menampik jika kejadian tersebut merupakan aksi teror atau setidaknya perbuatan untuk meresahkan warga. Karena itu, Kapolres meminta masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh dan tidak terprovokasi.

“Kalau mengetahui sesuatu yang diperkirakan terkait dengan kejadian ini, segera laporkan ke polisi. Polisi hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, di lokasi kebakaran masih dipasang garis polisi. Kapolres mengatakan, polisi masih akan melakukan olah TKP lanjutan untuk mengetahui lebih jauh.

Sementara itu, Putut Wiryawan, Pemimpin Redaksi Harian Bernas Yogyakarta menyebutkan, gudang buku dan kertas yang terbakar itu sama sekali tidak ada aliran listrik.

“Karenanya, jika menduga terbakar karena arus pendek listrik, tidak beralasan,” katanya.

Ia mengemukakan, saat terjadi kebakaran, warga mencium adanya bau obat mercon yang terbakar.

Mantan anggota DPRD DIY periode 2009-2014 dari Fraksi Partai Demokrat itu menambahkan selama ini tidak memiliki musuh dengan siapa pun.

Diungkapkan pula, tempat yang terbakar itu berada di sisi selatan rumahnya. “Artinya kalau mau menyasar rumah, jelas lebih mudah. Namun ini tidak. Jadi dugaan saya ini adalah untuk meresahkan warga,” katanya.

Kronologi kebakaran berurutan:
  1. Pukul 11.00 WIB rumah Sosro Diharjo, 60, warga Rewulu Wetan RT 02 RW 20, Sidokarto, Godean.
  2. Pukul 11.20 WIB toko material milik Slamet Hartanto, 34, warga Rewulu Wetan RT 04 Rw.21, Sidokarto, Godean.
  3. Pukul 13.35 WIB, rumah Suparman warga Rewulu Wetan RT 04 RW 21, Sidokarto, Godean
  4. Pukul 16.30 WIB rumah Andri Purwadi, 65, warga Mejinglor RT 3 RW 3 Ambarketawang, Gamping.
  5. Pukul 17.00 WIB, rumah Purnomo, 50, warga RT 3, RW 11, Ambarketawan Gamping
  6. Pukul 17.10 WIB, rumah Putut Wiryawan, 58, warga Jalan Durian, No.1 Menjing Kidul, Ambarketawang, Gamping.
  7. Pukul 17.45, gudang rosok dan kertas di Patukan, Ambarketawang Gamping
Kasus itu membuat rakyat tak percaya putusan yang dikeluarkan.

Pengamat Hukum Tata Negera dari Universitas Al Azhar, Rahmat Bagja menilai, ditangkapnya hakim MK, Partialis Akbar terkait dugaan suap pemulusan uji materi Undang-Undang No 41 Tahun 2014 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, membuat masyarakat semakin banyak yang tak mempercayai lagi putusan MK. Terlebih, masalah UU yang notabene berkaitan langsung dengan keseharian masyarakat.

"Serba salah memang. Apapun putusannya, masyarakat keburu tidak percaya karena sudah dianggap masuk angin (putusan uji materi)," kata Bagja kepada wartawan di Jakarta, Senin, 6 Februari 2017.

Dalam perkara ini, KPK juga menjerat importir daging sapi, Basuki Hariman sebagai pemberi suap, serta sekretarisnya Ng Fenny dan perantara Kamaludin.

Bagja melihat, beberapa aturan di dalam undang-undang peternakan dan kesehatan hewan, sangat kental dengan kepentingan tertentu. Sehingga wajar bila aturan itu kemudian menimbulkan polemik.

Seperti contohnya Pasal 36 C yang menjadi pokok judicial review di MK. Pasal itu mengatur impor daging boleh dari zona atau suatu bagian dari negara tertentu, walaupun negara itu belum masuk kategori bebas penyakit mulut dan kuku. Contohnya dari India, Argentina, dan Mexico, sehingga harga daging impor di Indonesia menjadi murah. 

Sebelum ada aturan ini, importir Indonesia hanya boleh mendatangkan daging dari negara-negara yang seluruh wilayahnya benar-benar berkategori bebas PMK, seperti Australia dan New Zealand. 

"Di sini hukum ekonomi berlaku. Jika penawaran banyak, tentu harga bergerak turun. Konsumen yang diuntungkan. Nah, yang selama ini yang menikmati margin yang tinggi karena impor terbatas tentu tidak happy dengan UU No 41 tahun 2014 itu," kata Bagja.

Namun, ongkos terbesar dari persoalan ini, kata Bagja adalah hilangnya kredibilitas putusan MK yang segera dibacakan. Meskipun putusan itu diambil bukan hanya oleh Patrialis Akbar. Karena itu, Bagja menyarankan agar KPK juga mengusut dugaan keterlibatan hakim MK lainnya pada kasus ini.

"Saya tidak mau berandai-andai karena putusan itu belum keluar. Tetapi, kami bisa rasakan dilemanya. Jika pasal 36 C dinyatakan tidak berlaku, berarti menguntungkan pihak tertentu, begitu sebaliknya. Masyarakat bisa cium aroma persaingan bisnis yang keras dalam kasus ini. Saya belum tahu bagaimana cara MK keluar dari kondisi dilematis ini. Apakah akan diadakan RPH ulang atau  bagaimana. Yang jelas yang paling dirugikan adalah konsumen." (mus) 

(Oleh : Suryanta Bakti Susila, Edwin Firdaus)

WASHINGTON -- Nama Hakim James Robart muncul sebagai hakim pertama yang mendapat kecaman dari Presiden AS Donald Trump. Robart mengeluarkan perintah sementara untuk mencabut larangan imigrasi yang dikeluarkan Trump.

Melalui akun Twitter pribadinya, Trump menyebut Robart sebagai hakim yang memiliki opini konyol yang ingin menjauhkan penegakan hukum dari negeri sendiri. Robart berada di kursi hakim federal di Seattle selama lebih dari satu dekade, setelah diangkat oleh mantan Presiden George W. Bush.





"Dia relatif apolitis. Dia bukan seorang konservatif atau liberal. Dia seorang pria yang tertarik pada hukum dan keadilan," ujar Douglas Adkins, investor ekuitas swasta dan mantan bankir yang telah mengenal Robart sejak kecil.

Pada Jumat (3/1), Robart menjadi berita utama nasional atas keputusannya mencabut sementara larangan imigrasi Trump untuk warga dari tujuh negara mayoritas Muslim. Departemen Kehakiman pada Sabtu (4/1) mengajukan pemberitahuan resmi bahwa mereka berniat untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.





Dengan mengeluarkan kecaman terhadap Hakim Robart, Trump sebagai presiden dianggap memiliki sikap anti-peradilan. Ia tidak mementingkan sistem checks and balances yang dimaksudkan untuk melindungi negara dari penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam keputusannya, Robart menekankan tiga cabang pemerintahan, yaitu eksekutif, Kongres, dan peradilan, harus memiliki fungsi yang sama.

"Pekerjaan hakim dan pengadilan, terbatas untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil oleh dua cabang pemerintahan lainnya dapat sesuai dengan hukum negara kita, dan yang lebih penting, konstitusi kita," jelas Robart.