MIAMI -- Joseph Schreiber, pria asal Florida,
Amerika Serikat, yang membakar sebuah masjid, di mana pelaku penembakan
di kafe gay di Orlando, Omar Mateen beribadah, dijatuhi vonis 30 tahun penjara.
Dalam peristiwa itu, pria berusia 32 tahun ini telah menyebabkan
kerugian sebesar lebih dari 100.000 dollar AS, atau kira-kira Rp 1,3
miliar.
Kerusakan itu terjadi di Islamic Center di Fort Pierce, pada 11
September 2016, atau bertepatan dengan peringatan 15 tahun tragedi
serangan teroris pada 11 September 2001.
Perbuatan Joseph ini kala itu pun dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Raya Idul Adha.
Tidak ada satu pun korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun
kobaran api telah menyebabkan jemaah masjid harus mencari tempat ibadah
baru, dan bahkan tempat tinggal baru.
Seperti diberitakan Reuters, Selasa WIB (7/2/2017), Joseph sempat
menegaskan kepada polisi bahwa aksinya itu tak berhubungan dengan
penembakan yang dilakukan Omar Matten sebelumnya.
Penjelasan itu diuraikan Asisten Jaksa Negara bagian, Steve Gosnell dalam wawancara Senin waktu setempat.
Pengacara yang membela Joseph hingga berita ini ditayangkan belum
bisa dimintai keterangan, setelah sidang yang berlangsung di Pengadilan
St. Lucie County.
Masjid yang menjadi sasaran penyerangan Joseph memang berada dekat dengan apartemen Omar Mateen, sebelum dia melakukan serangan.
Omar Mateen melakukan aksi teror yang paling mengerikan dalam sejarah serangan seorang diri, yang pernah terjadi di AS.
Serangan yang terjadi pada Juni lalu itu menawaskan 49 orang dan melukai puluhan orang lainnya.
Meski membantah pembakaran masjid terkait dengan ulah Omar Mateen,
namun Joseph mengatakan kepada penyidik, dia meyakini ajaran Islam
merupakan ancaman bagi keamanan nasional.
Tempat ibadah Mateen
Sebuah masjid yang pernah digunakan beribadah oleh Omar Marten,
pelaku penembakan klub malam di Orlando, Florida, mengalami serangan
dengan cara dibakar, Senin (12/9/2016) malam.
Pasukan pemadam kebakaran merespons panggilan warga pada pukul 00.31
waktu setempat atau pukul 12.31 WIB yang melihat kobaran api keluar dari
Islamic Center di Fort Pierce, Florida.
"Kami belum bisa memastikan apakah ini serangan berlandas kebencian
atau hanya pembakaran biasa. Sejauh ini kami baru memastikan masjid itu
sengaja dibakar," kata Mayor David Thompson dari kantor Sheriff St Lucie
County.
"Saat ini kami belum mendapatkan bukti bahwa insiden ini dilandasi
kebencian. Tentu saja karena ini adalah tempat ibadah dan terjadi pada
peringatan 9/11 maka kami akan menyelidiki," tambah Thompson.
"Video keamanan memperlihatkan seseorang mendekati sisi timur laut
masjid dengan menggunakan sepeda motor pada sekitar pukul 23.38,"
demikian pernyataan kepolisian.
"Lalu kilatan cahaya muncul dan orang tersebut meninggalkan lokasi,"
tambah polisi sambil menyebut pria itu berkulit putih atau keturunan
Hispanik.
"Di dalam video itu terlihat pria tersebut membawa kertas dan sebuah botol berisi sejenis cairan," lanjut kepolisian.
Tak ada korban jatuh dalam insiden tersebut dan kepolisian setempat
langsung menggelar investigasi untuk mencari pelaku pembakaran.
(Kompas.com)


0 comments:
Post a Comment