
Ilustrasi pekerja di gerai Starbucks (REUTERS/David Ryder/File Photo)
Jakarta (ANTARA News) - Kaum konservatif di media sosial
meluncurkan upaya untuk memboikot Starbucks setelah CEO perusahaan itu
berjanji untuk mempekerjakan 10.000 pengungsi.
Pengumuman Starbucks itu bertujuan mengkritik Presiden Donald Trump yang menghentikan program pengungsi AS dan memblokir masuknya pengunjung dari tujuh negara dengan mayoritas penduduk Muslim.
Boikot
terhadap Starbucks pun menjadi tren di Twitter dengan hashtag
#BoycottStarbuks, seperti akun Missouri 4 TRUMP yang mengatakan "Siapa
saja yang muak dengan CEO @Starbucks yang mendorong agenda politiknya
melalui kopi dan di bawah tenggorokan kita? #BoycottStarbucks"
Ada
juga yang mengunggah foto tangkapan layar (screenshot) yang menunjukkan
konfirmasi penghapusan aplikasi Starbucks yang disertai cuitan "Saya
telah menghancurkan "Kartu Gold" @Starbucks, dan saya telah menghapus
aplikasinya! #BoycottStarbucks, lebih dari seribu (dolar AS) yang saya
habiskan di sana per tahun, tinggal kenangan!" (Baca juga: Aplikasi Starbucks AS tambah perintah suara)
Beberapa
orang mengeluhkan, Starbucks sebaiknya mempekerjakan veteran dari pada
pengungsi, namun perusahaan itu sudah memiliki program tersebut yang
mempekerjakan veteran dan pasangannya.
Beberapa
waktu kemudian, hashtag #DrinkStarbucksToFightBigotry muncul, yang
kemudian juga menjadi tren, untuk melawan #BoycottStarbucks.
Salah
satunya akun #NoBanNoWall yang berkicau "Saya pikir ini saatnya meminum
lebih banyak Starbucks. Mereka membuat penyataan akan mempekerjakan
para pengungsi! #DrinkStarbucksToFightBigotry".
"Mulai besok saya akan bekerja DENGAN BANGGA mengenakan apron hijau @Starbucks #DrinkStarbucksToFightBigotry
Bahkan ada netizen pendukung Starbucks yang menulis menggunakan #BoycottStarbucks. "Sangat semangat untuk minum Starbucks #DrinkStarbucks sekarang karena ada #BoycottStarbucks. Artinya antrean lebih pendek! orang rasis pemarah jadi lebih sedikit! pekerjaan untuk pengungsi! demikian seperti dilansir laman The Huffington Post.
"Mulai besok saya akan bekerja DENGAN BANGGA mengenakan apron hijau @Starbucks #DrinkStarbucksToFightBigotry
Bahkan ada netizen pendukung Starbucks yang menulis menggunakan #BoycottStarbucks. "Sangat semangat untuk minum Starbucks #DrinkStarbucks sekarang karena ada #BoycottStarbucks. Artinya antrean lebih pendek! orang rasis pemarah jadi lebih sedikit! pekerjaan untuk pengungsi! demikian seperti dilansir laman The Huffington Post.
Penerjemah: Try Reza Essra
0 comments:
Post a Comment